Elementor vs Gutenberg, Mana yang Lebih Cocok untuk Website Anda?
WordPress merupakan platform website paling populer di dunia yang digunakan oleh jutaan website, mulai dari blog pribadi, website perusahaan, toko online, hingga portal berita besar. Salah satu alasan utama popularitas WordPress adalah fleksibilitasnya dalam membuat dan mengelola tampilan website.
Saat membangun website menggunakan WordPress, pengguna biasanya akan dihadapkan pada dua pilihan utama untuk mendesain halaman, yaitu Elementor dan Gutenberg.
Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu membantu pengguna membuat halaman website tanpa harus memahami coding secara mendalam. Namun, cara kerja, fitur, kelebihan, dan kekurangan keduanya cukup berbeda.
Lalu, mana yang lebih cocok untuk website Anda?
Artikel ini akan membahas secara lengkap perbandingan Elementor dan Gutenberg agar Anda dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan.
Mengenal Elementor
Elementor adalah plugin page builder WordPress yang memungkinkan pengguna membuat halaman website secara visual menggunakan sistem drag and drop.
Dengan Elementor, Anda dapat melihat langsung tampilan website saat proses editing berlangsung.
Tidak perlu mengedit kode HTML atau CSS secara manual karena hampir semua elemen dapat diatur melalui panel visual.
Sejak pertama kali dirilis, Elementor menjadi salah satu plugin WordPress paling populer dengan jutaan pengguna di seluruh dunia.
Mengenal Gutenberg
Gutenberg adalah editor bawaan WordPress yang diperkenalkan sejak WordPress 5.0.
Berbeda dengan editor klasik sebelumnya, Gutenberg menggunakan sistem blok atau block editor.
Setiap elemen konten seperti:
- Judul
- Paragraf
- Gambar
- Video
- Tombol
- Galeri
Dibuat menggunakan blok yang dapat disusun sesuai kebutuhan.
Karena merupakan bagian inti WordPress, Gutenberg tidak memerlukan instalasi plugin tambahan.
Perbedaan Dasar Elementor dan Gutenberg
Meskipun sama-sama digunakan untuk membuat halaman website, cara kerja keduanya sangat berbeda.
Elementor
- Menggunakan sistem drag and drop
- Tampilan visual real-time
- Banyak fitur desain
- Cocok untuk membuat layout kompleks
- Membutuhkan plugin tambahan
Gutenberg
- Menggunakan sistem blok
- Menjadi bagian inti WordPress
- Lebih ringan
- Fokus pada pengelolaan konten
- Tidak perlu plugin tambahan
Perbedaan ini menjadi dasar utama dalam menentukan pilihan.
Kemudahan Penggunaan
Elementor
Salah satu keunggulan terbesar Elementor adalah kemudahannya.
Pengguna cukup:
- Menarik elemen ke halaman
- Mengatur posisi
- Mengubah warna
- Mengatur ukuran
- Menyesuaikan jarak
Semua dilakukan secara visual.
Bahkan pengguna tanpa pengalaman desain web dapat membuat website yang menarik dalam waktu singkat.
Gutenberg
Gutenberg sebenarnya cukup mudah digunakan, terutama untuk membuat artikel dan halaman sederhana.
Namun untuk membuat layout yang kompleks, pengguna perlu memahami struktur blok dengan lebih baik.
Beberapa pengguna pemula membutuhkan waktu adaptasi sebelum benar-benar nyaman menggunakan Gutenberg.
Pemenang: Elementor
Untuk kemudahan penggunaan, Elementor masih unggul terutama bagi pemula.
Tampilan Visual Saat Editing
Elementor
Elementor menawarkan pengalaman editing yang sangat intuitif.
Apa yang Anda lihat saat mengedit hampir sama dengan tampilan akhir website.
Konsep ini dikenal sebagai:
“What You See Is What You Get” (WYSIWYG)
Hal ini memudahkan proses desain.
Gutenberg
Gutenberg juga memberikan tampilan visual yang cukup baik.
Namun pengalaman editing masih tidak sefleksibel Elementor.
Pada beberapa kasus, tampilan editor dan tampilan akhir website dapat sedikit berbeda tergantung tema yang digunakan.
Pemenang: Elementor
Untuk visual editing, Elementor lebih nyaman digunakan.
Fleksibilitas Desain
Elementor
Dalam hal desain, Elementor menawarkan kebebasan yang sangat besar.
Anda dapat mengatur:
- Margin
- Padding
- Posisi elemen
- Animasi
- Efek hover
- Background
- Overlay
- Gradien warna
Hampir semua aspek desain dapat dikustomisasi.
Gutenberg
Gutenberg lebih fokus pada struktur konten daripada desain.
Kemampuan desain tetap ada, tetapi tidak selengkap Elementor.
Untuk mendapatkan fitur tambahan biasanya diperlukan plugin block builder.
Pemenang: Elementor
Jika desain menjadi prioritas utama, Elementor jauh lebih unggul.
Kecepatan Website
Kecepatan website merupakan faktor penting untuk pengalaman pengguna dan SEO.
Gutenberg
Karena menjadi bagian inti WordPress, Gutenberg menghasilkan kode yang lebih ringan.
Website yang menggunakan Gutenberg biasanya:
- Lebih cepat
- Lebih ringan
- Memiliki skor Core Web Vitals yang baik
Elementor
Elementor menghasilkan kode tambahan yang lebih banyak.
Jika tidak dioptimalkan dengan baik, website Elementor bisa menjadi lebih lambat dibanding Gutenberg.
Meski demikian, dengan hosting yang baik dan optimasi yang tepat, perbedaan ini bisa diminimalkan.
Pemenang: Gutenberg
Dalam hal performa dan kecepatan, Gutenberg unggul.
SEO
SEO sangat penting agar website mudah ditemukan di Google.
Elementor
Elementor tidak secara langsung memengaruhi SEO.
Namun jika website terlalu berat, kecepatan yang menurun dapat memengaruhi performa SEO.
Gutenberg
Karena lebih ringan dan cepat, Gutenberg memiliki keuntungan dalam aspek teknis SEO.
Google sangat memperhatikan pengalaman pengguna dan kecepatan halaman.
Pemenang: Gutenberg
Untuk SEO teknis, Gutenberg sedikit lebih unggul.
Ketersediaan Template
Elementor
Elementor memiliki ribuan template siap pakai.
Pengguna dapat membuat:
- Landing page
- Website perusahaan
- Website jasa
- Portofolio
- Toko online
Tanpa memulai dari nol.
Bahkan banyak template premium yang dapat langsung digunakan.
Gutenberg
Template Gutenberg semakin berkembang.
Namun jumlah dan variasinya masih belum sebanyak Elementor.
Pemenang: Elementor
Untuk pilihan template, Elementor jauh lebih unggul.
Pembuatan Landing Page
Landing page menjadi salah satu kebutuhan utama dalam pemasaran digital.
Elementor
Elementor sangat cocok untuk membuat:
- Landing page iklan
- Landing page produk
- Landing page jasa
- Sales page
Berbagai elemen pemasaran tersedia dengan mudah.
Gutenberg
Landing page juga dapat dibuat menggunakan Gutenberg.
Namun prosesnya biasanya lebih panjang dan membutuhkan tambahan plugin.
Pemenang: Elementor
Elementor menjadi pilihan utama untuk landing page.
Website Company Profile
Untuk website perusahaan atau jasa, kedua platform sebenarnya cukup baik.
Elementor
Cocok jika Anda ingin:
- Tampilan modern
- Desain premium
- Banyak animasi
- Layout menarik
Gutenberg
Cocok jika Anda mengutamakan:
- Kecepatan
- Kesederhanaan
- Kemudahan perawatan
Hasil
Keduanya dapat digunakan dengan baik tergantung kebutuhan.
Website Blog
Gutenberg
Untuk blog dan website artikel, Gutenberg sangat ideal.
Karena fokus utamanya memang pada pengelolaan konten.
Editor terasa ringan dan nyaman digunakan.
Elementor
Elementor tetap bisa digunakan untuk blog.
Namun banyak pengguna menganggapnya terlalu berlebihan jika hanya digunakan untuk menulis artikel.
Pemenang: Gutenberg
Untuk website blog, Gutenberg lebih efisien.
Website Toko Online
Elementor
Elementor memiliki integrasi yang sangat baik dengan WooCommerce.
Banyak template toko online yang dapat digunakan.
Gutenberg
WooCommerce juga terus mengembangkan integrasi dengan Gutenberg.
Namun dalam hal fleksibilitas desain toko online, Elementor masih lebih unggul.
Pemenang: Elementor
Untuk toko online modern, Elementor lebih fleksibel.
Biaya Penggunaan
Gutenberg
Gratis.
Karena sudah menjadi bagian dari WordPress.
Elementor
Tersedia versi gratis.
Namun banyak fitur menarik hanya tersedia pada Elementor Pro yang berbayar.
Pemenang: Gutenberg
Dari sisi biaya, Gutenberg lebih hemat.
Kelebihan Elementor
- Mudah digunakan
- Drag and drop
- Banyak template
- Cocok untuk landing page
- Fleksibel dalam desain
- Banyak widget
- Cocok untuk website bisnis
Kekurangan Elementor
- Lebih berat dibanding Gutenberg
- Membutuhkan plugin tambahan
- Beberapa fitur berbayar
- Membutuhkan optimasi kecepatan
Kelebihan Gutenberg
- Gratis
- Ringan
- Cepat
- SEO friendly
- Stabil
- Menjadi bagian inti WordPress
Kekurangan Gutenberg
- Fitur desain lebih terbatas
- Kurang fleksibel untuk layout kompleks
- Template lebih sedikit
- Membutuhkan plugin tambahan untuk fitur tertentu
Artikel lain: Mengenal cta dalam website rahasia mengubah pengunjung menjadi pelanggan

Kapan Sebaiknya Menggunakan Elementor?
Elementor sangat cocok jika Anda membutuhkan:
- Website company profile
- Landing page promosi
- Website jasa
- Website properti
- Website konsultan
- Website kontraktor
- Website klinik
- Website sekolah
- Website toko online
Terutama jika tampilan visual menjadi prioritas utama.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Gutenberg?
Gutenberg lebih cocok untuk:
- Blog pribadi
- Portal berita
- Website artikel
- Website dengan banyak konten
- Website yang mengutamakan kecepatan
Jika fokus utama adalah performa dan kemudahan pengelolaan konten, Gutenberg menjadi pilihan yang tepat.
Kesimpulan
Elementor dan Gutenberg sama-sama memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing. Tidak ada yang sepenuhnya lebih baik karena semuanya bergantung pada kebutuhan website yang akan dibuat.
Jika Anda menginginkan website dengan desain menarik, banyak fitur visual, dan kemudahan membuat landing page, maka Elementor adalah pilihan yang sangat tepat.
Sebaliknya, jika Anda mengutamakan kecepatan, performa, SEO teknis, serta kemudahan mengelola konten dalam jumlah besar, Gutenberg layak dipertimbangkan.
Bagi sebagian besar website bisnis, company profile, jasa, dan landing page, Elementor masih menjadi pilihan favorit karena menawarkan fleksibilitas desain yang jauh lebih luas. Sementara untuk blog dan portal konten, Gutenberg sering menjadi solusi yang lebih ringan dan efisien.
Pada akhirnya, pilihan terbaik adalah yang paling sesuai dengan tujuan website dan kebutuhan bisnis Anda.


